Cinta Tidak Boleh Apa Adanya, Jika..

Salam, semuanyah.
Beberapa hari lalu saya nonton sebuah film yang menarik, judulnya Crazy Little Thing Called Love. Film ini buatan sineas Thailand. Pasti sudah ada yang pernah nonton kan? Seru kan? :D

Buat yang belum nonton, saya ceritakan secara singkat ya. Film ini bercerita tentang seorang gadis muda yang memperjuangkan cintanya. Selama tiga tahun, dari kelas satu SMP hingga lulus, dari buruk rupa hingga jelita, dia berusaha agar menjadi pribadi yang lebih baik, dan berharap lelaki idamannya itu tertarik. Tahun berganti, namun sikap lelaki itu masih sama, biasa saja. Hingga pada hari kelulusan sekolah, dia merasa harus menyatakan perasaannya. Ngenesnya, sesaat setelah perasaan itu tercurah dengan susah payah, dia mendapati bahwa lelaki itu sudah punya pasangan. #JDERRR #nyesekbro #serius :( (

Singkat cerita, lelaki itu ternyata juga cinta pada si gadis, hanya saja dari tahun ke tahun dia menunggu gadis itu tumbuh terlebih dulu. Sayangnya, ketika gadis itu sudah tumbuh menjadi cantik dan berprestasi, keberanian untuk menyatakan perasaannya justru tidak ada. Akhirnya lelaki ini hanya bisa berharap agar gadis itu mengetahui bahwa perasaannya juga sama; cinta, hanya saja waktu belum berpihak pada mereka.

Tapi bagusnya, endingnya gak bikin nyesek. :)

Dari film ini saya semakin yakin bahwa cinta bisa mendorong seseorang untuk melewati banyak hal yang tadinya dianggap mustahil. Cinta bisa menghapus keraguan, meminggirkan rasa sakit, dan menepis ketakutan. Lebay ya? Nggak kok. Pahlawan bangsa ini bisa melawan penjajah dengan bambu runcing, mereka mampu bertahan, bahkan menang. Bukankah itu karena kecintaan mereka pada tanah airnya?

Saya sendiri punya pengalaman yang hampir sama dengan kisah dalam film itu. Sewaktu SMP, ada seorang gadis yang menyukai saya. Menjelang kenaikan kelas, dia menyatakan cinta melalui temannya. Kala itu saya belum kenal dia dengan akrab, hanya sesekali bertemu di kegiatan Kepramukaan. Singkat kata, saya terima cintanya. Waktu berjalan, kelas dua, saya mencalonkan diri menjadi ketua OSIS, dia juga sama. Tanpa disangka saya menang, dan dia mampu jadi Bendahara OSIS. Saya masih ingat pidatonya yang singkat ketika meng-kampanye-kan dirinya di depan siswa lain, lucu! Lalu di kelas tiga, saya jadi Pasus di sekolah, dia juga ikut serta. Kami mampu melalui gemblengan para senior yang “nyebelin” dan menghafal naskah Pembukaan UUD 45 sebagai salah satu syarat menjadi anggota Pasus. Ah, pokoknya dia berkembang dari kumel sampai kinclong, bahkan kemudian jadi idola anak lelaki di sekolah. Tapi entah kenapa kala itu saya begitu dingin. Mungkin karena masih SMP ya, jadi tidak begitu tertarik dengan perempuan meskipun cantik (?).

Saya bangga pada dia.

Yang itu sudah berlalu. Kerennya, kekasih saya yang sekarang ini punya beberapa kesamaan dengan cinta SMP saya itu, yaitu sama cantik, dan juga seorang Chinese bermarga Law. Gadis ini juga punya semangat yang sama untuk menjadi pribadi yang sempurna (optimalisasi potensi diri). Tantangan yang saya berikan di semester pertama kuliahnya adalah IP 3,5. Saya yakin dia bisa. IP saya saja 3,76, masak sih dia tidak bisa. Saya juga menantang dia agar menyelesaikan sebuah novel di tahun ini. Saya saja sudah menulis 3 novel, masak dia tidak bisa. Dia pasti bisa!

Setidaknya, jika pun nanti hubungan kami tidak direstui Dunia, sejarah hebat akan terpahat di benak anak cucu kami, bahwa cinta bukan sekedar tentang kemesraan, melainkan juga persaingan dan perbaikan.

Jangan menerima seseorang dengan apa adanya, apabila dia belum berusaha menjadi sebaik mungkin. Mungkin itu intinya.

***

Kamu ingat bagaimana Tuhan memperlakukan sepasang manusia?
Dia Yang Mahabijaksana, memisahkan Adam dan Hawa
Empat puluh tahun, masing-masing sendiri meniti bumi

Dunia kerap mengira bahwa kamu lemah
Lalu kenapa Hawa bisa bertahan selama itu?
Sendiri pada gelap gulita
Bebannya sama seperti yang Tuhan beri pada Adam

Sama-sama kuat
Cintalah yang menguatkan mereka
Menguatkan kita

Jika saja mereka diciptakan sendiri
Aku tidak yakin Adam dan Hawa bisa bertahan
Karena adanya cinta dan kerinduan akan pertemuan
Dicobai, terjatuh, lalu bangun kembali
Mereka terus terjaga setiap pagi

Setelah perjuangan sehebat itu,
Tuhan pun takkan tega menceraikan keduanya
Begitulah pula seharusnya kita

*Kamu pasti baca postingan ini. Puisi ringan ini khusus buat kamu, neng. 

 

 

Tuan Beruang

Duhai, kucing, coba ajarkan malu pada mereka
Yang santai berjalan di antara rakyatnya dengan wajah sumringah
Padahal mereka penindas kaum bawah
Pencuri dan penjarah serakah
Jika saja kau curi tulang dari meja mereka, pasti patah punggungmu karena amarahnya

Duhai, anjing, gonggongan macam apa yang mereka gaungkan?
Gonggonganmu bahkan merdu dan jujur, sedang mereka orang-orang pecandu,
saling ikat satu sama lain dalam dosa, saling teriak dan cerca dalam pura
Di belakang kita, mereka kembali mesra

Duhai, monyet, seserakahnya dirimu hanya menggenggam semampu tangan dan kaki
Coba lihat mereka, orang-orang goblok mencumbui kaki Tuannya
Uang mereka simpan, berjuta, triliun, pula tahta mereka rampas, dengan hati keras, culas!
Engkau serakah sampai kenyang perutmu, sedang mereka berharap puas nafsunya–yang tak terhingga

Duhai, singa, masihkah kau sisakan darah segar?
Tuan Beruang, penguasa di tanahku, tak punya keberanian
Dia takut untuk berlaku kejam pada perusak keadilan
Dia penakut! Pula bimbang hati..
Kerjanya cuma makan hingga jadi lamban
Seteguk darah segar mungkin bisa buatnya sadar
Atau jika tidak,
Kumohon bunuh dia dengan taringmu, lalu pimpin tanah kami
Karena kami sudah bosan…

Masa yang lalu

Aku rindu masa yang lalu..

Aku rindu ikut ayah mengajar di sekolah desa seberang. Kami menyebrangi sungai yang dangkal berbatu. Saat air pasang, ayah mengangkatku di pundaknya yang sudah tanpa baju. Satu tangannya mengangkat tas berisi baju dinas dan buku, tangan yang lain menggenggam erat lengan kurusku, sedang air pun menenggelamkan hingga dadanya yang tegap itu. Aku rindu ketika kami memancing bersama; meski hanya sekali saja aku mendapati ikan di kailku, dia tak henti memuji bahkan sampai bercerita pada ibu. Aku rindu saat dia meraut sendiri gasing untukku; saat dia mengajariku banyak hal baru; saat dia memainkan bayangan tangan dari lampu minyak. Dia bisa membentuk burung, anjing, setan bertanduk, dan membuatku terpukau dengan cara bertuturnya.

Aku rindu saat dulu, aku menangis menahan perih karena tersengat listrik dari lampu belajar, dan hampir mati jika saja terlambat diselamatkan. Ibu mengolesi jemariku yang rapat terbakar dengan kecap dapur. Katanya itu obat. Dia tidur di sampingku semalaman, mengipasi tanganku yang masih perih dan bergetar. Aku rindu membantunya membuat dagangan; ojek, bakwan, buras, yang kemudian kubawa pula dagangan itu sambil berangkat ke sekolah.

Aku rindu cara mereka mencintaiku. Cara mereka membatasi langkahku, meski dulu aku tak suka itu. Aku senangi cara mereka menghargaiku sebagai seorang individu. Tak banyak bicara namun jujur ketika tak sukai sesuatu.

Aku bangga melihat cara mereka membangunku dalam kemiskinan.

Sekarang tubuhku tak lagi kecil. Aku yakin ayah takkan lagi kuat memangkuku hingga seberang sungai. Ibu pun sudah tak lagi mampu menipuku dengan kecap itu.. Tapi, aku begitu mencintai mereka, termasuk cara mereka membohongiku.

Ternyata, kedewasaan tidak memberikan ketenangan. Ia justru menjebakku dalam kegelisahan hati, runyamnya pemikiran, dan kebingungan akan banyaknya pilihan dalam kehidupan.

Aku rindu seperti dulu. Saat diri masih merasa bebas dalam minimnya pengetahuan tentang keduniaan. Saat ada ayah dan ibu, di tengah desa sepi yang sederhana, bersahaja.

 

Kalau Odol Lagi Jatuh Cinta

Marimar termenung menatap refleksi diri di cermin kamar mandi. Sudah dua hari dia tidak mendapat sentuhan dari siapa pun. Tidak dari pemiliknya, tidak pula dari Alejandro, si sikat gigi yang elok warna bulunya, dengan lekuk tubuh binaragawan, alis tebal dan hidung mancung bak artis telenovela. Alejandro, si gagah yang kini mulai menjauh darinya. Marimar kalah bersaing dengan odol lain yang rasa dan warnanya lebih segar. Baru kemarin odol itu masuk kamar mandi, tapi dia sudah menjadi primadona baru. Menyebalkan.

Prangg.. Marimar memecahkan cermin saking putus asanya.

Seketika Alejandro dan penghuni kamar mandi yang lain mendekatinya. “Kenapa denganmu, cantik?” tanya Alejandro sambil berusaha merangkul.

“Jangan mendekat!” Marimar mengambil pecahan cermin yang tajam. “Atau aku sayat tubuhku ini,” ancamnya sambil melotot tajam.

Alejandro mundur.

“Jangan!! Please, jangan..” Si pembersih lidah datang mendekat, menawarkan perhatian manis pada Marimar. Dia menatap Marimar dengan penuh cinta. “Aku cinta kamu, Marimar. Jangan pernah berpikir untuk pergi dari sisiku..,” ucap pelan si pembersih lidah.

Marimar tahu ucapan itu jujur. Dia terpaku. Hatinya terjebak cinta yang baru. Ini tidak mungkin. Kenapa semua ini menjadi semakin rumit?! Marimar kalut. Dia melemparkan pecahan cermin di tangannya, lantas berlari gontai keluar dari kamar mandi.

Marimar terus berlari, keluar dari rumah, bahkan sampai ke tepian jalan raya. Kendaraan tengah ramai siang itu. Namun marimar tak acuh dan terus berlari. Sampai di tengah jalan, dia terhenti dan merasa tak mampu untuk melanjutkan langkah kaki.

Ngoeeeng.. gdubrakk.. jgerr..

“Aaaaaaa..”

Suasana mendadak kacau.

“Tidaaaak.. Marimaaaar..,” teriak si pembersih lidah di pinggir jalan. Dia lantas berlari kencang. Meraih tubuh marimar yang remuk dengan isi perut moncrot bertebaran di tengah jalan.

Marimar tertabrak oleh mobil dengan kecepatan tinggi. Mobil itu sudah mencoba menghindari Marimar, namun tak berhasil, dan justru menjadi oleng serta menabrak 12 manusia lain di pinggir jalan. Akibatnya kekacauan terjadi; beberapa korban langsung mati, garis polisi bergegas dipasang, dan penonton berdatangan.

“Tidaaaaaakkk,” pembersih lidah histeris.

Marimar telah pergi. Kisah cintanya berakhir, diiringi isak telak si pembersih lidah..

***

“Hmmm… Iye, haloo..” Udin baru saja mengangkat telpon.

“Jagain toko, yak! Babe hari ini mau bikin e-KTP,” ucap babe Udin.

“Iye, Beh.”

“Jangan cuman iye-iye aje. Bangun lu!”

“Iyee, ah, ribet banget sih..”

Dari tes urine yang dilakukan kepada pengemudi mobil Xenia ‘maut’ dan tiga temannya yang lain, keempat orang tersebut positif menggunakan obat-obatan jenis sabu dan ekstasi.

Berita pagi sudah dari tadi mengudara, tapi Udin baru bangun tidur. Kesiangan, mata merah karena tidur kurang puas, pun pegal-pegal sebab semalam ketiduran dengan posisi tak nyaman. Bukannya bergegas mandi, dia justru kembali menekan tombol power di laptop jeleknya. Sisa kerjaan semalam langsung muncul; sebuah tulisan di Word berjudul “Kalau Odol Lagi Jatuh Cinta”, yang sayangnya belum berisi apa-apa.

Ah, elah.. kagak usah nulis aja kali yak. Gue rasa gue penulis fiksi ilmiah, bukan fantasi gini. Sampe begadang dan ketiduran pun gue masih belum ngerti gimana kalau odol jatuh cinta. Cinta itu kata kerja, sedangkan odol benda mati. Gimana?

My Lil Bunny

Dear my Lil Bunny..

I Love You..

Surat dari kamu sudah aku baca. Aku terharu.. :’)

Jujur aku juga gak jago buat surat cinta. Aku khawatir surat cinta ini justru jadi artikel teoritis, atau retorika politis yang lantas bisa bikin kamu bosan. Tapi semoga maksud hati tersampaikan meski kata yang teruntai tak sebagus yang kita harapkan.

Kemaren, waktu kamu bilang bahwa kamu mau bikin surat cinta, aku kaget dan seneng banget! Kamu jarang banget nulis curhatan. Padahal aku selalu ingin tahu gimana pandangan kamu tentangku, kekuranganku, supaya ada perbaikan. Kalau ada tulisan baru di blog kamu, kadang aku berharap ada aku di situ. Mungkin sebagai tokoh utama, atau sebagai fokus pembahasan, atau sebagai footnote juga gak apa-apa (?).

Inget-inget masa lalu dikit;

Dulu itu diawali dengan biasa, kita saling sapa ngobrol seadanya, bahkan dengan emot seadanya pula. Tapi kemudian kamu ngajak aku ke ngerumpi.com, di sana kita bergombal ria, mulai terbuka. O, iya, karena kamu pula aku nge-install YM lagi, terus belajar pakai buzz bibir merah (?). Hahaha.. itu berkesan bangett. Aku kadang kesel, kenapa buzz itu gak bisa sekaligus banyak?! Mesti nunggu beberapa saat dulu baru bisa lagi. :) )

Waktu berjalan, kita mulai sering ‘diskusi’ agama dan politik, yang berujung pada pertengkaran atau sekurang-kurangnya menghasilkan ketidaknyamanan pada hubungan kita kala itu. Aku sangat mengenali kebiasaan kamu kalau sudah kesal. Tapi itulah caraku melakukan perkenalan yang ‘spesial’. Ketika aku memutuskan buat dekat dengan seseorang, aku mau dia kenal baik dan burukku. Aku mau dia kenal kalau aku tukang diskusi, keras kalau berargumen, tukang kentut sembarangan, kalau sendawa suaranya gak enak didengar, kurang pede di depan kamera, cuek kalau berpenampilan. Belakangan setelah jadian aku juga jadi banyak ngatur; contohnya ngelarang begadang!! Makan bakso, sate, keju, dan kawan-kawan!! *mendadak gemes*

Continue reading

Derita Daun Kering

Pagi hari menyimak berita, siang hari menyimak, malam hari juga sama. Di media cetak, elektronik, internet, mulut ke mulut, semua bermunculan dengan mudahnya. Pun mudah di cerna, dengan kesimpulan yang sama; di negara ini terjadi banyak penderitaan. Ada jerit yang senyap, semua bersabar biar jerahak, namun perlahan jadi ramai teriak. Pada dahulu, tuanku tak bersuci setelah berak. Sekarang dia panik, tenun terabak daun kering makin diinjak; sadar sebentar lagi dia diarak ke atas terak.

Hanya menonton semuanya. Meski muak, meski tak tega, meski ingin bergerak. Pengetahuan terlarang ini milik Sang Kehendak, maka aku diam. Biar Dia jalankan pada saat yang tepat. Aku diam.

Diam-diam bersiap..

 

Aku Maunya Kamu. Titik!

 

***

Tolong baca ini pelan-pelan, sayang.

Kamu tahu kalau aku sering nulis cerpen.

Kadang topiknya politik, tak jarang pula tentang percintaan.

Aku yakin kamu sudah baca itu semua. Iya kan?

Harus sudah dong!

Pasti iya. Aku tahu…

Hah, kamu belum baca?

Kalau memang belum, sekarang kamu baca dulu semuanya, terutama yang ada di blog ini, baru baca tulisan ini lagi. Penting! :D

Jadi.. Aku mau cerita sama kamu. Jujur, meskipun aku banyak nulis kisah fiksi cecintaan, semacam cerpen dan FF. Sebenarnya gak semuanya murni fiksi. Yang menjadi inspirasi kerap kali adalah kisah nyata, terutama tentang kamu. Pun ada harapan-harapan yang tinggi setelahnya; semoga kamu membaca tulisanku, memahami maksudnya, dan kita makin dekat. Atau kalau kita sedang bertengkar, aku berharap akan ada kelembutan setelah membaca tulisan ‘fiksi’ itu.

Kadang aku menggunakan penokohan binatang dan tumbuhan, agar curhatanku itu tak terdeteksi sembarang orang. Hmmm.. Sejauh ini itu berhasil. Tapi di sisi lain aku juga khawatir, jangan-jangan kamu juga tidak mengerti kalau aku sering berargumen, memuji, mengkritisi, dan tentunya mencintai kamu melalui tulisan-tulisan fiksi itu.

Kemarin, kamu cerita ada kegiatan menulis bareng di blog, bentuknya FF, judulnya ditentukan oleh panitia, dan diberi batas waktu penyetoran karya. Aku kurang tertarik, apalagi kalau menulis tentang cecintaan tapi judul sudah ditentukan orang lain! Apalagi, makin ke sini aku makin sulit menulis cerpen cecintaan yang benar-benar fiksi. Motifasinya pasti kamu, dan alurnya identik dengan kisah kita! Artinya itu tidak fiksi lagi.

Ataukah bisa kita jadikan FF itu berarti Flash Fact? Entahlah, aku kurang jago berbahasa asing. Emang arti dari Flash Fiction itu apa ya? *bingung sendiri*

Tapi intinya, kamu harus baca tulisan-tulisanku yang terdahulu. Ada hatiku di sana, berharap kamu baca dan kamu mengerti. Dan kamu harus membaca cerpen-cerpenku setelah ini. Kamu harus baca, harus memahami, dan tahu apa yang tengah dirasa hati ini. Aku juga berharap kamu menyampaikan pesan padaku dengan cara itu. Karena tulisan adalah juga dunia kita. Yang bagi orang adalah fiksi, bagi kita adalah nyata.. Bagi orang adalah drama yang ketahuan palsunya, bagi kita adalah romansa yang kerasa hangatnya.. Bagi orang tulisan hiburan semata, bagi kita adalah doa-doa.. Ah, bisa jadi, kita adalah tulisan-tulisan itu sendiri.

Seperti itu..

Setelah membaca semuanya, aku harap kamu yakin bahwa, aku maunya cuma kamu!

Oh, iya, maaf karena aku belum bisa ikut menulis FF bareng kamu dan yang lain. Alasannya sudah aku jelaskan di atas. Semoga kamu sukses mengikuti 15 hari berfiksi ria bersama mereka.

Aku sayang kamu, neng.

***

Lelaki itu menyelesaikan tulisan di blognya. Lalu mempublish tulisan itu agar dibaca banyak orang, terutama kekasihnya. Dia ingin agar kekasihnya tahu, bahwa tiada fiksi dalam tulisan-tulisan cintanya. Yang ada adalah kenyataan-kenyataan yang butuh dipahami dengan perlahan.  

Cinta pada kekasihnya sudah sangat besar. Tak heran, karena kekasihnya memang luar biasa cantik, luar dan dalam. Dialah sebab kenapa pemuda itu menjadi pribadi yang lebih baik, saat ini, dan bahkan hingga kemudian hari.

Mereka akan bahagia selamanya. Saya yakin itu.

Anda tidak yakin?

Lebih baik baca ulang dari atas, baru baca kesimpulan ini lagi!!

 

Sebuah Revolusi

Sudah masuk tahun 2012. Tahun ini adalah tahun yang sangat menarik menurut saya, sebab di tahun ini, saya sangat menanti harapan baru sebagai pembangkit kehidupan berbangsa dan bernegara (halaah). Lebih spesifik pembahasan saya; pada tahun ini ada banyak ramalan mencuat, dan yang paling terkenal adalah hitung-hitungan bangsa Maya yang menyatakan bahwa riwayat dunia akan berakhir pada tanggal 21-12-12.

Kata seorang dosen saya, kiamat tahun 2012 itu memang benar adanya. Tapi… itu untuk bangsa lain di luar sana yang saat ini memang diambang keruntuhan, bukan untuk Indonesia. Kiamat olehnya diartikan sebagai peralihan kekuasaan dunia. Mata dunia akan beralih pada bangsa kita, Indonesia, Nusantara, atau apa pun kita biasa menyebutnya. Hampir sama pendapatnya dengan dosen tersebut, salah satu teman saya yang gemar menelusuri sejarah berkata bahwa, kiamah itu bukanlah akhir, melainkan awal sebuah dunia yang begitu megah. Sebentar lagi jati diri Nusantara akan terungkap, atau tepatnya akan diungkap oleh seorang tokoh yang luar biasa. Siapakah tokoh itu?

Di tanah Jawa, ada seorang tokoh yang hidup dalam ramalan yang tua, namanya Satrio Piningit. Tokoh ini diramalkan oleh beberapa orang akan muncul di tahun 2012, atau sekurang-kurangnya tahun 2014. Namun di sisi lain, ada sebagian orang yang menggambarkan bahwa tokoh ini akan menegakkan agama budi, dan dia membenci agama Islam. Konon, tokoh ini dididik oleh sesosok makhluk sakti bernama Sabdo Palon. Sosok ini adalah saksi ketika Majapahit diserang oleh Demak (ada bermacam versi sejarah). Kala itu Brawijaya diperangi oleh anaknya sendiri, Raden Patah, yang beragama Islam. Konon, dari situlah awal mula kebencian pada Islam. Tapi saya tidak percaya itu. Seorang yang ingin membawa bangsanya pada kemajuan haruslah membuat kedamaian terlebih dahulu. Sedangkan kedamaian pun tak akan muncul jika motif kepemimpinannya masih dicampuri dendam atau kebencian dari masa lalu. :D

Dari tanah Sunda, diramalkan pula akan muncul seorang hebat. Dalam ramalan itu, ada sosok yang disebut Budak Angon; dalam bahasa Indonesia berarti Anak Gembala. Namun yang dia gembalakan bukan sapi bukan kerbau, melainkan daun kering dan ranting-ranting. Menurut orang Sunda, sosok ini punya pengaruh dan kemampuan yang besar. Dia akan membangun kembali kerajaan Padjadjaran, dan mengumpulkan kembali orang Sunda yang telah tersebar ke segala penjuru dunia untuk membangun bangsa. Sejarahnya kan dahulu itu Padjadjaran diserang oleh Banten dan Jayakarta, makanya keturunan Sunda berhamburan.

Eh nanti dulu, ternyata di Arab sana–yang sekarang sering diidentikkan dengan Islam–juga ada sebuah nubuat tentang datangnya seseorang yang hebat di akhir zaman. Julukan orang tersebut adalah Imam Mahdi. Imam Mahdi adalah orang yang kuat, bijaksana dan memimpin langsung dengan titah Tuhannya. Konon menurut beberapa orang, nantinya Imam mahdi ini akan mendirikan kembali kekhalifahan di muka bumi. Dia akan membuka jalan untuk turunnya seorang Isa al-Masih.

Tunggu! Bukannya di Tibet juga ada ramalan serupa ya? Siapa tuh nama sosok pahlawannya? Avatar?

Banyak ramalan-ramalan serupa di muka bumi ini. Saya percaya bahwa sosok jagoan itu akan muncul, entah namanya Satrio Piningit, Budak Angon, Avatar, dan lain sebagainya; dia hanya ada satu orang, namun memang mewakili kegelisahan banyak orang. Yang kemudian membuat saya begitu penasaran adalah; pemikiran dan solusi macam apakah yang nanti akan dia berikan? Apakah benar dia akan menumpas agama Islam? Apakah benar dia akan mendirikan kembali Padjadjaran? Atau membangun kekhalifahan? Sepertinya sosok ini memang akan membuat sebuah revolusi, atau sekurang-kurangnya perubahan paradigma bernegara. #apasihgakngerti #DUAARRR :D

Sejarah akan selalu berulang. Ketika dunia berputus asa, kerusuhan merajalela, ketidakadilan terlihat biasa, bencana jadi rutinitas alam raya, maka tak lama setelahnya akan turun utusan Pemilik Semesta. Percayakah? Saya percaya. Dia akan datang dari arah yang tak terduga, lalu sebagian orang menolaknya, bahkan yang sebelumnya menantikan, jadi tak percaya. Namun dia akan tetap menang.

Semoga kita selamat di tahun ini, menjadi saksi dan menjadi pendukung sosok tersebut.. jika memang dia muncul di tahun ini. Siap-siap berbahagia sebagai bangsa, atau mungkin kembali kecewa.

 

2011 Berkesan, 2012 Harus Lebih

Wuooogh! Ini hari terakhir di tahun 2012. Ramai orang bicara resolusi, banyak juga yang mengenang masa-masa yang sudah terlewati di 2011 ini. Saya juga mau sedikit curhat soal perjalanan hidup saya di 2011. Semoga berkenan menyimak dunsanak kasadonyo.. *sok Minang* :D

Ada banyak hal berkesan yang saya jalani di tahun ini. Di antaranya adalah:

1. Iqra akhirnya diterbitkan oleh penerbit major. Rasanya ituuuh, bahagia! Tapi ada sedihnya juga, karena ketika buku dijual, maka dia menuntut harga berupa uang yang harus dibayar oleh setiap yang ingin membaca. Harapan saya sih ilmu itu murah. Meski ada harga tapi terjangkau sama banyak orang. Semoga harga yang sekarang itu tidak kemahalan ya. Kesedihan lainnya adalah, tujuan dari Iqra itu sendiri belum tercapai, yaitu mengajak semua orang, utamanya para pemuda, untuk mau berpikir kritis, bahkan kalau perlu menentang mainstreem demi sebuah terobosan, dan perlahan menjadi kesadaran bersama bahwa selama in kita terlena sebagai sebuah bangsa.

2. Di 2011 ini IP saya sempat turun. Tadinya 3,4 jadi 3,3. Tidak heran karena saya memang jarang belajar. Saya lebih sering mengandalkan pengetahuan yang sudah ada saja. Buat saya sendiri, nilai akademis seperti itu bukan patokan kualitas seseorang, bukan pula tujuan. Seorang dengan IP 3,8 bisa saja cuma celingukan kalau diajak berdiskusi di luar dari mata kuliah yang dipelajarinya. Tapi masalah menurunnya nilai ini sempat membuat saya malu di hadapan orangtua. Semoga orangtua saya juga punya cara pandang yang sama seperti saya ya. Hehe.. malu juga kan kalau harus beradu argumen menyikapi nilai yang turun tersebut. Mereka tak pernah banyak menuntut, tak pula mencemooh. Yang pasti mereka bisa bikin anak-anaknya merasa nyaman.

3. Punya kekasih baru. Yey! Terima kasih Tuhan sudah mendatang dia. Hubungan ini sempat mendatangkan kekisruhan dari lingkungan sekitar. Ya, mungkin mereka peduli, namun sayangnya mereka tak benar-benar kenali sosok yang mereka pedulikan ini. Saya maju terus dengan keyakinan bahwa hubungan ini bukan main-main, dan berharap ada nilai positif yang bisa diambil darinya. I Love You, Neng! *dikeroyok warga* :D

4. Apa lagi ya? Hmm.. sepertinya masih ada yang belum diceritakan. Tapi lupa. Ya, sudahlah, saya rasa itu sudah cukup untuk membuka gerbang menuju kerusuhan di malam tahun baru ini. Mana nih geng Antoren dan sekitarnyaaa!! hahahaa..

 

Oiya, banyak yang memprediksi 2012 nanti akan terjadi kerusuhan besar, namun diganjar dengan munculnya seorang pemimpin besar untuk bangsa ini. Menakutkan memang, tapi dinantikan juga happy endingnya. Keadaan bangsa ini selalu bikin kita galau men! :(

Oke, ini kok mulai bawa-bawa urusan politik de es be.. sudah sudah. END

Pemberitaan Provokatif!

Sebuah Pesantren Syiah dibakar di Sampang.

 

Itu salah satu headline berita hari ini. Terasa ada yang janggal menurut saya. Media di Indonesia ini kerap kali provokatif. Bentrok antara Suni dan Syiah di Sampang nyatanya bukan bentrok agama, melainkan konflik antara dua habib yang masih punya hubungan keluarga. Namun headline berita dan komentar para tokoh kerap kali menonjolkan perbedaan antara dua kelompok yang padahal, perbedaan itu bukanlah motif bentrokan tersebut.

Contohnya, akibat berebut seorang perempuan, seorang muslim dengan non muslim bertengkar, lalu meluas jadi konflik antar kampung, headlinenya, “Terjadi konflik antara muslim dan non muslim di daerah Cikotok,” misal. Menurut saya itu kurang tepat! Identitas keagamaan jangan ditempelkan di sana, karena memang motifnya bukan karena agama. Lebih tepat kalau headline “Terjadi bentrok antar kampung di daerah Cikotok akibat permasalahan perempuan.”

Negara ini semakin panas, utamanya masalah agama, dan media informasi jadi pengeruk laba dari banyaknya berita panas tersebut. Sebuah pemberitaan memang bermanfaat besar sebagai wadah pembelajaran. Namun jika sampai salah memberitakan justru akan menambah kisruh keadaan masyarakat.

Hmm, begitulah. Sekian.