Aku Maunya Kamu. Titik!


 

***

Tolong baca ini pelan-pelan, sayang.

Kamu tahu kalau aku sering nulis cerpen.

Kadang topiknya politik, tak jarang pula tentang percintaan.

Aku yakin kamu sudah baca itu semua. Iya kan?

Harus sudah dong!

Pasti iya. Aku tahu…

Hah, kamu belum baca?

Kalau memang belum, sekarang kamu baca dulu semuanya, terutama yang ada di blog ini, baru baca tulisan ini lagi. Penting! :D

Jadi.. Aku mau cerita sama kamu. Jujur, meskipun aku banyak nulis kisah fiksi cecintaan, semacam cerpen dan FF. Sebenarnya gak semuanya murni fiksi. Yang menjadi inspirasi kerap kali adalah kisah nyata, terutama tentang kamu. Pun ada harapan-harapan yang tinggi setelahnya; semoga kamu membaca tulisanku, memahami maksudnya, dan kita makin dekat. Atau kalau kita sedang bertengkar, aku berharap akan ada kelembutan setelah membaca tulisan ‘fiksi’ itu.

Kadang aku menggunakan penokohan binatang dan tumbuhan, agar curhatanku itu tak terdeteksi sembarang orang. Hmmm.. Sejauh ini itu berhasil. Tapi di sisi lain aku juga khawatir, jangan-jangan kamu juga tidak mengerti kalau aku sering berargumen, memuji, mengkritisi, dan tentunya mencintai kamu melalui tulisan-tulisan fiksi itu.

Kemarin, kamu cerita ada kegiatan menulis bareng di blog, bentuknya FF, judulnya ditentukan oleh panitia, dan diberi batas waktu penyetoran karya. Aku kurang tertarik, apalagi kalau menulis tentang cecintaan tapi judul sudah ditentukan orang lain! Apalagi, makin ke sini aku makin sulit menulis cerpen cecintaan yang benar-benar fiksi. Motifasinya pasti kamu, dan alurnya identik dengan kisah kita! Artinya itu tidak fiksi lagi.

Ataukah bisa kita jadikan FF itu berarti Flash Fact? Entahlah, aku kurang jago berbahasa asing. Emang arti dari Flash Fiction itu apa ya? *bingung sendiri*

Tapi intinya, kamu harus baca tulisan-tulisanku yang terdahulu. Ada hatiku di sana, berharap kamu baca dan kamu mengerti. Dan kamu harus membaca cerpen-cerpenku setelah ini. Kamu harus baca, harus memahami, dan tahu apa yang tengah dirasa hati ini. Aku juga berharap kamu menyampaikan pesan padaku dengan cara itu. Karena tulisan adalah juga dunia kita. Yang bagi orang adalah fiksi, bagi kita adalah nyata.. Bagi orang adalah drama yang ketahuan palsunya, bagi kita adalah romansa yang kerasa hangatnya.. Bagi orang tulisan hiburan semata, bagi kita adalah doa-doa.. Ah, bisa jadi, kita adalah tulisan-tulisan itu sendiri.

Seperti itu..

Setelah membaca semuanya, aku harap kamu yakin bahwa, aku maunya cuma kamu!

Oh, iya, maaf karena aku belum bisa ikut menulis FF bareng kamu dan yang lain. Alasannya sudah aku jelaskan di atas. Semoga kamu sukses mengikuti 15 hari berfiksi ria bersama mereka.

Aku sayang kamu, neng.

***

Lelaki itu menyelesaikan tulisan di blognya. Lalu mempublish tulisan itu agar dibaca banyak orang, terutama kekasihnya. Dia ingin agar kekasihnya tahu, bahwa tiada fiksi dalam tulisan-tulisan cintanya. Yang ada adalah kenyataan-kenyataan yang butuh dipahami dengan perlahan.  

Cinta pada kekasihnya sudah sangat besar. Tak heran, karena kekasihnya memang luar biasa cantik, luar dan dalam. Dialah sebab kenapa pemuda itu menjadi pribadi yang lebih baik, saat ini, dan bahkan hingga kemudian hari.

Mereka akan bahagia selamanya. Saya yakin itu.

Anda tidak yakin?

Lebih baik baca ulang dari atas, baru baca kesimpulan ini lagi!!

 

Sebuah Revolusi


Sudah masuk tahun 2012. Tahun ini adalah tahun yang sangat menarik menurut saya, sebab di tahun ini, saya sangat menanti harapan baru sebagai pembangkit kehidupan berbangsa dan bernegara (halaah). Lebih spesifik pembahasan saya; pada tahun ini ada banyak ramalan mencuat, dan yang paling terkenal adalah hitung-hitungan bangsa Maya yang menyatakan bahwa riwayat dunia akan berakhir pada tanggal 21-12-12.

Kata seorang dosen saya, kiamat tahun 2012 itu memang benar adanya. Tapi… itu untuk bangsa lain di luar sana yang saat ini memang diambang keruntuhan, bukan untuk Indonesia. Kiamat olehnya diartikan sebagai peralihan kekuasaan dunia. Mata dunia akan beralih pada bangsa kita, Indonesia, Nusantara, atau apa pun kita biasa menyebutnya. Hampir sama pendapatnya dengan dosen tersebut, salah satu teman saya yang gemar menelusuri sejarah berkata bahwa, kiamah itu bukanlah akhir, melainkan awal sebuah dunia yang begitu megah. Sebentar lagi jati diri Nusantara akan terungkap, atau tepatnya akan diungkap oleh seorang tokoh yang luar biasa. Siapakah tokoh itu?

Di tanah Jawa, ada seorang tokoh yang hidup dalam ramalan yang tua, namanya Satrio Piningit. Tokoh ini diramalkan oleh beberapa orang akan muncul di tahun 2012, atau sekurang-kurangnya tahun 2014. Namun di sisi lain, ada sebagian orang yang menggambarkan bahwa tokoh ini akan menegakkan agama budi, dan dia membenci agama Islam. Konon, tokoh ini dididik oleh sesosok makhluk sakti bernama Sabdo Palon. Sosok ini adalah saksi ketika Majapahit diserang oleh Demak (ada bermacam versi sejarah). Kala itu Brawijaya diperangi oleh anaknya sendiri, Raden Patah, yang beragama Islam. Konon, dari situlah awal mula kebencian pada Islam. Tapi saya tidak percaya itu. Seorang yang ingin membawa bangsanya pada kemajuan haruslah membuat kedamaian terlebih dahulu. Sedangkan kedamaian pun tak akan muncul jika motif kepemimpinannya masih dicampuri dendam atau kebencian dari masa lalu. :D

Dari tanah Sunda, diramalkan pula akan muncul seorang hebat. Dalam ramalan itu, ada sosok yang disebut Budak Angon; dalam bahasa Indonesia berarti Anak Gembala. Namun yang dia gembalakan bukan sapi bukan kerbau, melainkan daun kering dan ranting-ranting. Menurut orang Sunda, sosok ini punya pengaruh dan kemampuan yang besar. Dia akan membangun kembali kerajaan Padjadjaran, dan mengumpulkan kembali orang Sunda yang telah tersebar ke segala penjuru dunia untuk membangun bangsa. Sejarahnya kan dahulu itu Padjadjaran diserang oleh Banten dan Jayakarta, makanya keturunan Sunda berhamburan.

Eh nanti dulu, ternyata di Arab sana–yang sekarang sering diidentikkan dengan Islam–juga ada sebuah nubuat tentang datangnya seseorang yang hebat di akhir zaman. Julukan orang tersebut adalah Imam Mahdi. Imam Mahdi adalah orang yang kuat, bijaksana dan memimpin langsung dengan titah Tuhannya. Konon menurut beberapa orang, nantinya Imam mahdi ini akan mendirikan kembali kekhalifahan di muka bumi. Dia akan membuka jalan untuk turunnya seorang Isa al-Masih.

Tunggu! Bukannya di Tibet juga ada ramalan serupa ya? Siapa tuh nama sosok pahlawannya? Avatar?

Banyak ramalan-ramalan serupa di muka bumi ini. Saya percaya bahwa sosok jagoan itu akan muncul, entah namanya Satrio Piningit, Budak Angon, Avatar, dan lain sebagainya; dia hanya ada satu orang, namun memang mewakili kegelisahan banyak orang. Yang kemudian membuat saya begitu penasaran adalah; pemikiran dan solusi macam apakah yang nanti akan dia berikan? Apakah benar dia akan menumpas agama Islam? Apakah benar dia akan mendirikan kembali Padjadjaran? Atau membangun kekhalifahan? Sepertinya sosok ini memang akan membuat sebuah revolusi, atau sekurang-kurangnya perubahan paradigma bernegara. #apasihgakngerti #DUAARRR :D

Sejarah akan selalu berulang. Ketika dunia berputus asa, kerusuhan merajalela, ketidakadilan terlihat biasa, bencana jadi rutinitas alam raya, maka tak lama setelahnya akan turun utusan Pemilik Semesta. Percayakah? Saya percaya. Dia akan datang dari arah yang tak terduga, lalu sebagian orang menolaknya, bahkan yang sebelumnya menantikan, jadi tak percaya. Namun dia akan tetap menang.

Semoga kita selamat di tahun ini, menjadi saksi dan menjadi pendukung sosok tersebut.. jika memang dia muncul di tahun ini. Siap-siap berbahagia sebagai bangsa, atau mungkin kembali kecewa.

 

2011 Berkesan, 2012 Harus Lebih


Wuooogh! Ini hari terakhir di tahun 2012. Ramai orang bicara resolusi, banyak juga yang mengenang masa-masa yang sudah terlewati di 2011 ini. Saya juga mau sedikit curhat soal perjalanan hidup saya di 2011. Semoga berkenan menyimak dunsanak kasadonyo.. *sok Minang* :D

Ada banyak hal berkesan yang saya jalani di tahun ini. Di antaranya adalah:

1. Iqra akhirnya diterbitkan oleh penerbit major. Rasanya ituuuh, bahagia! Tapi ada sedihnya juga, karena ketika buku dijual, maka dia menuntut harga berupa uang yang harus dibayar oleh setiap yang ingin membaca. Harapan saya sih ilmu itu murah. Meski ada harga tapi terjangkau sama banyak orang. Semoga harga yang sekarang itu tidak kemahalan ya. Kesedihan lainnya adalah, tujuan dari Iqra itu sendiri belum tercapai, yaitu mengajak semua orang, utamanya para pemuda, untuk mau berpikir kritis, bahkan kalau perlu menentang mainstreem demi sebuah terobosan, dan perlahan menjadi kesadaran bersama bahwa selama in kita terlena sebagai sebuah bangsa.

2. Di 2011 ini IP saya sempat turun. Tadinya 3,4 jadi 3,3. Tidak heran karena saya memang jarang belajar. Saya lebih sering mengandalkan pengetahuan yang sudah ada saja. Buat saya sendiri, nilai akademis seperti itu bukan patokan kualitas seseorang, bukan pula tujuan. Seorang dengan IP 3,8 bisa saja cuma celingukan kalau diajak berdiskusi di luar dari mata kuliah yang dipelajarinya. Tapi masalah menurunnya nilai ini sempat membuat saya malu di hadapan orangtua. Semoga orangtua saya juga punya cara pandang yang sama seperti saya ya. Hehe.. malu juga kan kalau harus beradu argumen menyikapi nilai yang turun tersebut. Mereka tak pernah banyak menuntut, tak pula mencemooh. Yang pasti mereka bisa bikin anak-anaknya merasa nyaman.

3. Punya kekasih baru. Yey! Terima kasih Tuhan sudah mendatang dia. Hubungan ini sempat mendatangkan kekisruhan dari lingkungan sekitar. Ya, mungkin mereka peduli, namun sayangnya mereka tak benar-benar kenali sosok yang mereka pedulikan ini. Saya maju terus dengan keyakinan bahwa hubungan ini bukan main-main, dan berharap ada nilai positif yang bisa diambil darinya. I Love You, Neng! *dikeroyok warga* :D

4. Apa lagi ya? Hmm.. sepertinya masih ada yang belum diceritakan. Tapi lupa. Ya, sudahlah, saya rasa itu sudah cukup untuk membuka gerbang menuju kerusuhan di malam tahun baru ini. Mana nih geng Antoren dan sekitarnyaaa!! hahahaa..

 

Oiya, banyak yang memprediksi 2012 nanti akan terjadi kerusuhan besar, namun diganjar dengan munculnya seorang pemimpin besar untuk bangsa ini. Menakutkan memang, tapi dinantikan juga happy endingnya. Keadaan bangsa ini selalu bikin kita galau men! :(

Oke, ini kok mulai bawa-bawa urusan politik de es be.. sudah sudah. END

Pemberitaan Provokatif!


Sebuah Pesantren Syiah dibakar di Sampang.

 

Itu salah satu headline berita hari ini. Terasa ada yang janggal menurut saya. Media di Indonesia ini kerap kali provokatif. Bentrok antara Suni dan Syiah di Sampang nyatanya bukan bentrok agama, melainkan konflik antara dua habib yang masih punya hubungan keluarga. Namun headline berita dan komentar para tokoh kerap kali menonjolkan perbedaan antara dua kelompok yang padahal, perbedaan itu bukanlah motif bentrokan tersebut.

Contohnya, akibat berebut seorang perempuan, seorang muslim dengan non muslim bertengkar, lalu meluas jadi konflik antar kampung, headlinenya, “Terjadi konflik antara muslim dan non muslim di daerah Cikotok,” misal. Menurut saya itu kurang tepat! Identitas keagamaan jangan ditempelkan di sana, karena memang motifnya bukan karena agama. Lebih tepat kalau headline “Terjadi bentrok antar kampung di daerah Cikotok akibat permasalahan perempuan.”

Negara ini semakin panas, utamanya masalah agama, dan media informasi jadi pengeruk laba dari banyaknya berita panas tersebut. Sebuah pemberitaan memang bermanfaat besar sebagai wadah pembelajaran. Namun jika sampai salah memberitakan justru akan menambah kisruh keadaan masyarakat.

Hmm, begitulah. Sekian.

 

Darah Pemuda


Biarkan memancar dari urat-urat besar

Mengaliri ladang gersang

Mengisi tangki nelayan yang kerontang

Membasuh luka ibu yang malang

 

Apalah maksud hidup,

Selain memberi kehidupan pada lainnya

Mengering darahku habis, pucat sekarat

Sejahtera saudaraku, hijau bumi kita lestari

Mauku, hanya menoreh sedikit manis ketika mati

 

Kutunggu Takdir menyayat nadi

Lantas bangkit Nusantara ini

Pencurian di Angkutan Umum


awas copet

Bagi orang yang punya kendaraan pribadi, mungkin tulisan ini kurang begitu menarik. Tapi nanti dulu, brosob! Tulisan ini justru penting bagi yang tidak terbiasa naik angkutan umum. Orang yang sudah terbiasa naik kendaraan umum biasanya sudah kaya akan pengalaman, baik pengalaman pribadi maupun dari orang lain. Sedangkan orang yang jarang, atau bahkan tidak pernah naik kendaraan umum, sangat awam dan resikonya menjadi lebih besar.

Saya akan berbagi tentang pengalaman saya naik kendaraan umum dan kejahatan pencurian yang marak terjadi di dalamnya. Dimulai dengan mengenali orang-orang yang berpotensi untuk kita curigai sebagai pencuri, yaitu:

1. Gerak gerik di dalam kendaraan. Ketika naik kendaraan umum seperti kereta api atau bus, perhatikan orang yang baru naik. Biasanya pelaku pencurian naik dengan bergerombol, sekurang-kurangnya dua orang. Jarang banget ada pencuri atau copet yang sendirian.

2. Cara berpakaian. Mereka biasanya menggunakan jaket kulit, atau jaket yang memiliki kantung di bagian dalam, jas adalah juga salah satunya! Jangan terkecoh dengan penampilan rapi dan berpikir bahwa gak-mungkin-banget-mereka-copet. Pakaian itu biasa mereka gunakan agar mereka mudah menyembunyikan hasil curian, juga untuk menyembunyikan benda tajam. Asesoris tambahan. Mereka kadang membawa koper, kantung kresek (antirepot hitam, kantung plastik, dsb), memakai topi dan kacamata.

Macam-macam modusnya:

Modus pertama: Contoh korbannya adalah seorang perempuan. Para pelaku akan merapatkan tubuh mereka kepada si korban. Salah seorang dari mereka mengambil silet, menyayat tas. Dua orang lagi bertugas menghalangi pandangan penumpang lain. Modus ini pernah saya lihat langsung hanya berjarak satu meter dari tempat saya berdiri. Waktu itu saya di bus 102 Ciputat-Blok M. Bus sangat padat! Semenjak mereka naik bus, saya sudah mulai curiga (faktor pengalaman :D ), dan benar saja, ketika mereka turun dan bus mulai kosong, saya mendapati langsung tas seorang gadis telah tersayat!

Modus kedua: Di kereta api, ketika anda naik atau hendak turun biasanya pintu penuh sesak. Saat itulah mereka beraksi. Ketika saling dorong, tangan mereka akan masuk ke kantung anda tanpa anda sadari. Kejadian itu pernah saya alami sendiri ketika saya masih sekolah dulu. Di stasiun Rangkasbitung, ketika hendak naik ke kereta, saya justru berpapasan dengan empat orang berbadan lumayan besar. Saya dihimpit, tangan salah seorang dari mereka masuk ke saku depan. Beruntung saya menyadari itu, lantas saya sentil tangannya, lalu saya tatap matanya (romantis gilee). Dia tertunduk, lalu pergi bersama teman-temannya.

Modus ketiga: si calon korban duduk di kendaraan umum, lalu tertidur. Ini sudah merupakan lampu hijau bagi pelaku kejahatan. Biasanya, tanpa si korban sadari, mereka yang duduk di samping kanan dan kirinya adalah gerombolan maling. Mereka akan bekerjasama menyingkirkan tangan si korban dari atas tas sambil memperhatikan penumpang lain, lalu mengambil barang-barang berharga milik si korban. Saya tidak pernah mengalami langsung praktek ini, tapi dua orang teman kostan saya mengalami langsung. Seorang teman kehilangan ponsel Samsong Galaxy, seorang lagi Nokie N97. #plak

Modus keempat: Jika ada seseorang yang duduk di samping anda, dia meletakkan jaketnya di atas pangkuannya dan tangannya ada di bawah jaket tersebut. Mulailah curiga. Apa lagi jika ternyata anda juga meletakkan tas anda di atas pangkuan. Pelaku kemungkinan besar membuka tas anda dengan tangannya yang tertutupi jaket. Modus yang satu ini saya dapat dari dunia pergaulan. Saya sendiri belum pernah mengalami.

Modus kelima: Nodong! Ya, ini yang esktrem. Para pencuri itu mendekati anda langsung, secara terbuka mereka mengancam (biasanya dengan senjata tajam), lalu memaksa anda menyerahkan barang-barang. Saya pernah bahkan sering mengalami ini. Di kereta api, saya berdiri di lorong pintu. Ada 5 orang yang menghampiri saya, dan tiba-tiba salah satu dari mereka menempelkan pisau di dada saya. Mereka meminta dompet, namun tidak saya serahkan. Saya cuma beri mereka uang 2 ribu rupiah dari saku depan. Yang kurang beruntung adalah seorang pelajar lain yang kemudian harta bendanya dikuras karena dia kurang berani.

Beberapa cara menghindari:

1. Jika duduk di dalam bis atau kereta api, jauhi orang-orang dengan ciri-ciri seperti di atas. Khusus untuk di bis, usahakan duduk di depan. Jika memang terpaksa harus duduk di antara para lelaki mencurigakan, usahakan untuk tetap waspada! Jangan tidur! Kalau ngantuk, minta tolong colok matanya sama orang sebelah (?).

2. Jika berdiri di dalam bis, usahakan juga berdiri di bagian depan. Dan ketika berdiri di kereta api (kereta api ekonomi khususnya), jangan di dekat pintu! Carilah tempat yang ramai pedagang atau anak-anak. Penjahat biasanya menjauhi para pedagang, karena mereka takut, dan anak-anak mereka jauhi karena cerewet. Untuk kaum hawa, peluk erat tas anda di bagian dada, jangan sampai ada bagian tas yang masih menonjol ke bagian samping badan.

3. Saling tegur jika bepergian dengan teman. Jangan lengah.

4. Bekali diri dengan ilmu bela diri. Saya pernah diselamatkan dengan yang satu ini. Meski cuma adu tatapan, namun itu bisa berpengaruh jika kita percaya diri.

Jika terlanjur jadi korban:

1. Lapor orang-orang di sekitar. Kejar pelaku jika masih memungkinkan.

2. Lapor polisi. Jika ada surat-surat yang hilang, Surat Keterangan Kehilangan dari polisi sangat besar gunanya untuk pembuatan ulang surat-surat anda yang sudah hilang itu. Misal saja STNK, SIM, KTP, dsb.

3. Berdoa semoga harta yang hilang kembali atau diganti dengan yang lebih baik, baik di dunia maupun di akhirat.

4. Lapor dukun terdekat jika perlu! Hihi :p

Sekian. Semoga bermanfaat. Jika ada Om atau Tante yang punya pengalaman soal kejahatan pencurian di kendaraan umum, bisa juga dong dibagi di sini. :D

 

 

Apa Yang Bisa Kutulis? (masuk ke Antoren II)


22.30 WIB, 20 November 2011,

Apa yang bisa aku tulis tentangmu, kasih?
Nyatanya, engkau terlalu indah
Bahkan sekian detik senyummu, menentramkan

Apa yang bisa kau tulis tentangku, kasih?
Jika saja kau ukur harta, cintaku hanya sepeser ongkos Ciputat-Margonda

Jika saja kau lihat paras, wajahku sangar layaknya tukang peras

Jika pun katamu aku pintar, nyatanya aku masih terbelakang

Tapi satu pembelaanku, aku masih terus tumbuh,
berusaha menjadi seseorang yang terbaik untukmu dan dunia ini

Apa yang bisa kutulis tentang kisah ini, kasih?
Aku suka ketika kuberkata, “Maaf, aku gak bisa ngasih banyak.”

“Punya cowok kan bukan berarti punya bank berjalan,” jawabmu menenangkan.
Aku suka ketika kau berkata, “Ngapain beli yang mahal-mahal. Aku gak mau diperbudak BB.”

“Jangan sampai diperbudak BB, tas, baju, dan semua barang. Yang terpenting adalah nilai guna atau manfaatnya,” balasku memperjelas dan kau tersenyum mendengar itu

Harapku, senyum itu adalah konfirmasi bahwa kita sepasang makhluk sosial yang berketuhanan, Tuhan semesta pemilik utama harta, dan kita pemanfaat yang bijaksana.

Aku suka ketika wajahmu serupa kesal karena diskusi, lalu pura-pura tak mendengar. “Udah beres belum pidatonya?” katamu saat makin bosan.

Aku sadar masa muda terlalu menjemukan kala dijejali keseriusan tapi nyatanya, keseriusan masa mudalah yang membawa kemudahan di masa tua.

Biarlah pikiran kita berserakan di karpet kamar, pada kertas-kertas makalah dan lembaran buku tebal. Biar pula separuhnya terbang pada sosok yang dirindukan, aku dan kamu yang berjauhan.

Itu adalah masa muda kita, kasih.
Kita tengah membangun rumah kuat, bergumul lelah dengan keringat.

Rindulah padaku seperti kau rindu pada cerahnya masa depanmu. Kejarlah aku sekuat kau kejar ilmu dan pengalaman baru. Demikianlah pula caraku

Lalu, apa yang bisa kutulis tentang dunia kita, kasih?
Hmm…
Perjalanan perlahan membentuk manusia. Teori ‘kan bengkok, dan dogma bisa padam apinya.

Di jalan cinta kita terpukau satu sama lain. Semua mengalir indah, sederhana. Namun suatu ketika kita terhenti, duduk berdampingan, saling tanya pada tatapan, “masihkah cintamu seperti dahulu?”

Jika saat itu tiba, peluklah aku lagi, kasih…
Engkau cinta, engkau dunia, bawa sajak cinta ini kembali menggelora.

Aku manusia, begitu pula engkau, suatu ketika bisa saja terlupa atau terpukau lainnya. Semua bisa dan boleh berubah, demi masa depan. Namun satu yang harusnya tetap sama, yaitu cinta.

Di sanalah kita menatap dunia yang tak percaya akan megahnya kisah ini. Di sanalah kita punya senjata ketika mereka lengah dalam perdebatan mereka. Di sanalah aku dan kamu lebur dalam satu, percaya bahwa bahagia milik kita.

Lalu, apa lagi yang bisa aku katakan, kasih?
Terima kasih sudah berkenan memperjuangkan cinta ini. Kamu pula tahu, cinta adalah tanggung jawab ketika sudah terucap.

AKU SAYANG KAMU, PUTRIKU.

 

Antoren Jilid II


antoren jilid I

Selamat malam, Om dan Tante!

Langsung aja ke intinya ya.. Ehm….

Mana nih, kok belum pada nulis buat Antoren?! *melotot*

Deadline tanggal 20 November lhoo.. #JDERR

Kalau masih ada yang bingung antoren itu apa? Langsung aja ke grup FB Antoren. Sekalian, di sana bisa langsung ketemu sama anggota antoren jilid 1 juga.

Sejauh ini, sudah 18 orang yang mengirimkan karyanya ke email Antoren. Jumlah ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Antoren jilid 1. Tapi, ini masih kuraaaaang.. Kami sangat berharap om dan tante yang belum ikut, bisa ikut meramaikan, supaya keluarga Antoren terus tumbuh menjadi lebih besar. Apalagi kan om dan tante banyak yang sudah jadi penulis kawakan, sekurang-kurangnya di dunia maya.

Saya copas lagi nih tuntunan bagi yang ingin ikut menulis di Antologi Orange Season 2!

 

Tema:

1. Cinta (yang disisipi kritik sosial atau masalah politik)

2. persahabatan

3. keluarga

4. alam / lingkungan

 

Jenis tulisan: Puisi / prosa / cerpen.

cerpen max 4 halaman A4

puisi max 3 halaman A4

font : Times New Roman 12, spasi single.

Sertakan juga: nama, akun twitter, id ngerumpi (untuk member / warga ngerumpi.com .. bagi yang tidak ya nggak perlu), alamat blog, dan karya – karya yang sudah diterbitkan di halaman terakhir naskah.

 

E-mail ke: antologi.ngerumpi@hotmail.com (dan cc ke: rezanufa@yahoo.com)

Format subject e-mail : Tema_JudulTulisan_NamaPenulis

 

1 orang hanya boleh mengirim max. 2 karya (agar yang lain juga dapat kesempatan untuk berpartisipasi).

Deadline: 20 November 2011 jam 24.00 teng.

 

Lalu, setelah semua naskah yang masuk diedit sesuai standarisasi template buku (nulisbuku.com), maka bukunya akan siap dibeli! Dan semua keuntungan dari penjualan buku ini akan disalurkan untuk kegiatan sosial.

 

Info selengkapnya bisa kontak :

1. Petronella Law / @PPutriNL

2. Reza Nufa / @rezanufa

3. Anie Oktarini / @anie_oktarini

4. Pipit Fiharsi

5. Rhein Fathia / @rheinfathia

6. Intan Khuratul Aini Rasyid / @IntanKAR

 

 

“Kerjakan saja apa yang diyakini dan selebihnya jadikan sebagai kejutan.” — @EpisodeSea

Nah, begitulah.

Belum nulis? Ayo cepetan nuliiiis.. :)

Jangan sampai gak ikut!!! AWASS NIH!! XD

*kabur ah sebelum ada yang marahin* :D

 

Yeah! IQRA masuk toko buku


penampakan Iqra

Alhamdulillaaaaaah.. Puji Tuhan banget! Akhirnya IQRA bisa masuk ke toko buku semacam Gramedia. Hmmm, memang, ini baru langkah awal dalam ‘mencemari’ peradaban lewat tulisan. Masih banyak pertanyaan yang menyeruak kemudian; akankah buku itu dibaca banyak orang? akankah kemudian pembaca buku itu jadi tergerak hatinya, atau menjadi lebih pintar? Akankah buku itu memberi manfaat? 

Hmmm… Waktu akan membawa jawabannya seiring usaha yang tak henti dilakukan menuju sana. Semoga IQRA ini mampu memberi manfaat, khususnya untuk para pembacanya, dan tentunya untuk Indonesia.

Ini hari Sumpah Pemuda, ‘kan? Cocok banget nih kalau baca novel IQRA. Beneran deh! *ujung2nya promosi lagi :p

 

Selamat malam semuanyaaaa.. :)

Novel IQRA (IKRO)


IQRA

Assalam..

Halo teman-teman yang cuantik and guanteng. <–ada maunya

Gimana kabarnya? Pasti baik-baik aja kaaan? <–sok akrab

Udah pada gajian belum? <–makin mencurigakan

Jadi gini lho. Serius ini ya. Serius! :D (malah nyengir)

Sekitar setahun yang lalu saya pernah menulis sebuah novel berjudul IKRO. Saya membagikan soft copy novel ini secara gratis dengan harapan banyak yang membacanya. Kemudian, iseng-iseng saya juga mengirimkan soft copy novel tersebut ke sebuah penerbit. Dan Alhamdulillah! Beberapa hari yang lalu novel saya akhirnya meluncur ke pasaran. Penerbitnya adalah Diva Press, Jogjakarta. Dengan judul yang sedikit diperbaharui, yaitu menjadi IQRA.

Berikut sinopsis dari penerbit:

Novel ini akan membawa Anda pada suatu pergolakan jiwa sang tokoh yang demikian menyentuh dan memikat! Kaya akan ajaran kemanusiaan dan nilai spiritual.

Seorang anak bernama Asep, tumbuh dalam lingkungan pedesaan yang bersih. Belajar banyak hal dari lingkungan, termasuk dari neneknya sendiri. Setiap hari ada banyak pertanyaan yang muncul dalam benaknya. Sikapnya yang kritis dan selalu ingin tahu itu membawanya pada pencarian jati diri dan tujuan hidup.

Saat tumbuh remaja, Asep pindah ke kota Jakarta untuk melanjutkan studi dan tinggal bersama orang tua angkatnya, Kang Jalal.

Lingkungan yang kotor, teman-teman yang kasar, anak-anak jalanan, pornografi, dan semua masalah lainnya, mulai menjadi bagian dari hidupnya. Membuat dia bertanya-tanya, “Apa yang salah dengan dunia ini? Kenapa begitu banyak pemandangan yang penuh maksiat di depanku?”
Kegelisahan demi kegelisahan tentang betapa bejibunnya “ketidakberesan” tersebut, membuat dia jadi peduli pada keadaan di mana dia tinggal. Dan… sisi kemanusiaannya pun mulai terhentak!
Sayang, saat studinya usai dan kembali ke kampung halamannya, dia mendapatkan kenyataan pahit: nenek kesayangannya telah meninggal!

Lantas, apa yang terjadi kemudian? Benarkah sebuah dilema besar bakal menghampiri dirinya? Dilema apakah itu?

Simaklah novel yang sarat akan ajaran-ajaran religiusitas, inspiratif, dan menawarkan sebuah jalan penuh keteladanan.

Berjalanlah Terus dan Berusahalah untuk Tidak Tersesat!

Tapi gini lho. Saya, sebagai penulis buku ini, tidak bisa menjamin teman-teman sebagai pembaca, akan mendapatkan senyum atau tawa yang renyah ketika membacanya. Kenapa demikian? Karena buku ini memaparkan realita, bukan fiksi yang membuai semata. Sedang yang namanya realita, terutama Indonesia, masih pedih oleh debu ketidakbenaran yang banyak bertebaran.

Yang berminat untuk membaca buku ini, bisa membelinya di toko buku daerah tempat tinggal anda. Jika ternyata toko buku itu tidak mempunyai stok, bisa beli langsung di web Diva Press, bukunya nangkring di sana. Atau jika males, ogah ribet, bisa juga memesan melalui saya (nanti dikasih cap bibir… tokek :p). Atau jika memang tidak punya uang untuk membelinya, bisa pinjam ke teman. Yang penting baca! #maksa :D

Harga buku di pasaran adalah Rp 45.000. Sedangkan di web Diva Press, harga tersebut diberi diskon 20%.

Jika ada dari teman-teman yang membeli buku ini, dan membacanya, mungkin bisa berbaik hati untuk menawarkan kepada sahabat dekatnya untuk ikut membaca. Terutama jika memang dirasa ada manfaat dari tulisan sederhana di buku itu.

Terima kasih semuanya sudah berkenan menyimak promosi (paksaan) ini. Hihi..

Jadi, udah gajian apa belum? #JDERR #kaburrr :D