Menarilah..
Permata Hatiku
Senyum Minggu Pagi yang jelita, kurindui
Meski tanpa banyak saksi, atas hati
Yang tersembunyi bersama kegelisahan, akan mimpi
Anak-anak toleransi, di masa depan yang belum pasti
Cinta mengepak sayapnya terbang, tinggi
Bersama hari-hari kita tumbuh, tanpa sekat meski berbeda
Di atas dunia kolot yang menantang, kita
Esok atau lusa, busur menancap dada
Terluka, tersungkur, mungkin saja mati
Jika nanti kepahitan begitu dekat
Dekap aku bahkan jika hanya dalam sunyimu
Jangan ikuti kegelisahan semua
Kita bisa matikan rasa, melangit
Tempat dimana Cinta bertahta
Terlalu luhur untuk rasa sakit
Menarilah, Kasih..
Luhurlah Kita..
tumben bikin sajak lg
iya yang, lagi pengen. hehe