Masa yang lalu

Aku rindu masa yang lalu..

Aku rindu ikut ayah mengajar di sekolah desa seberang. Kami menyebrangi sungai yang dangkal berbatu. Saat air pasang, ayah mengangkatku di pundaknya yang sudah tanpa baju. Satu tangannya mengangkat tas berisi baju dinas dan buku, tangan yang lain menggenggam erat lengan kurusku, sedang air pun menenggelamkan hingga dadanya yang tegap itu. Aku rindu ketika kami memancing bersama; meski hanya sekali saja aku mendapati ikan di kailku, dia tak henti memuji bahkan sampai bercerita pada ibu. Aku rindu saat dia meraut sendiri gasing untukku; saat dia mengajariku banyak hal baru; saat dia memainkan bayangan tangan dari lampu minyak. Dia bisa membentuk burung, anjing, setan bertanduk, dan membuatku terpukau dengan cara bertuturnya.

Aku rindu saat dulu, aku menangis menahan perih karena tersengat listrik dari lampu belajar, dan hampir mati jika saja terlambat diselamatkan. Ibu mengolesi jemariku yang rapat terbakar dengan kecap dapur. Katanya itu obat. Dia tidur di sampingku semalaman, mengipasi tanganku yang masih perih dan bergetar. Aku rindu membantunya membuat dagangan; ojek, bakwan, buras, yang kemudian kubawa pula dagangan itu sambil berangkat ke sekolah.

Aku rindu cara mereka mencintaiku. Cara mereka membatasi langkahku, meski dulu aku tak suka itu. Aku senangi cara mereka menghargaiku sebagai seorang individu. Tak banyak bicara namun jujur ketika tak sukai sesuatu.

Aku bangga melihat cara mereka membangunku dalam kemiskinan.

Sekarang tubuhku tak lagi kecil. Aku yakin ayah takkan lagi kuat memangkuku hingga seberang sungai. Ibu pun sudah tak lagi mampu menipuku dengan kecap itu.. Tapi, aku begitu mencintai mereka, termasuk cara mereka membohongiku.

Ternyata, kedewasaan tidak memberikan ketenangan. Ia justru menjebakku dalam kegelisahan hati, runyamnya pemikiran, dan kebingungan akan banyaknya pilihan dalam kehidupan.

Aku rindu seperti dulu. Saat diri masih merasa bebas dalam minimnya pengetahuan tentang keduniaan. Saat ada ayah dan ibu, di tengah desa sepi yang sederhana, bersahaja.

 

Kalau Odol Lagi Jatuh Cinta

Marimar termenung menatap refleksi diri di cermin kamar mandi. Sudah dua hari dia tidak mendapat sentuhan dari siapa pun. Tidak dari pemiliknya, tidak pula dari Alejandro, si sikat gigi yang elok warna bulunya, dengan lekuk tubuh binaragawan, alis tebal dan hidung mancung bak artis telenovela. Alejandro, si gagah yang kini mulai menjauh darinya. Marimar kalah bersaing dengan odol lain yang rasa dan warnanya lebih segar. Baru kemarin odol itu masuk kamar mandi, tapi dia sudah menjadi primadona baru. Menyebalkan.

Prangg.. Marimar memecahkan cermin saking putus asanya.

Seketika Alejandro dan penghuni kamar mandi yang lain mendekatinya. “Kenapa denganmu, cantik?” tanya Alejandro sambil berusaha merangkul.

“Jangan mendekat!” Marimar mengambil pecahan cermin yang tajam. “Atau aku sayat tubuhku ini,” ancamnya sambil melotot tajam.

Alejandro mundur.

“Jangan!! Please, jangan..” Si pembersih lidah datang mendekat, menawarkan perhatian manis pada Marimar. Dia menatap Marimar dengan penuh cinta. “Aku cinta kamu, Marimar. Jangan pernah berpikir untuk pergi dari sisiku..,” ucap pelan si pembersih lidah.

Marimar tahu ucapan itu jujur. Dia terpaku. Hatinya terjebak cinta yang baru. Ini tidak mungkin. Kenapa semua ini menjadi semakin rumit?! Marimar kalut. Dia melemparkan pecahan cermin di tangannya, lantas berlari gontai keluar dari kamar mandi.

Marimar terus berlari, keluar dari rumah, bahkan sampai ke tepian jalan raya. Kendaraan tengah ramai siang itu. Namun marimar tak acuh dan terus berlari. Sampai di tengah jalan, dia terhenti dan merasa tak mampu untuk melanjutkan langkah kaki.

Ngoeeeng.. gdubrakk.. jgerr..

“Aaaaaaa..”

Suasana mendadak kacau.

“Tidaaaak.. Marimaaaar..,” teriak si pembersih lidah di pinggir jalan. Dia lantas berlari kencang. Meraih tubuh marimar yang remuk dengan isi perut moncrot bertebaran di tengah jalan.

Marimar tertabrak oleh mobil dengan kecepatan tinggi. Mobil itu sudah mencoba menghindari Marimar, namun tak berhasil, dan justru menjadi oleng serta menabrak 12 manusia lain di pinggir jalan. Akibatnya kekacauan terjadi; beberapa korban langsung mati, garis polisi bergegas dipasang, dan penonton berdatangan.

“Tidaaaaaakkk,” pembersih lidah histeris.

Marimar telah pergi. Kisah cintanya berakhir, diiringi isak telak si pembersih lidah..

***

“Hmmm… Iye, haloo..” Udin baru saja mengangkat telpon.

“Jagain toko, yak! Babe hari ini mau bikin e-KTP,” ucap babe Udin.

“Iye, Beh.”

“Jangan cuman iye-iye aje. Bangun lu!”

“Iyee, ah, ribet banget sih..”

Dari tes urine yang dilakukan kepada pengemudi mobil Xenia ‘maut’ dan tiga temannya yang lain, keempat orang tersebut positif menggunakan obat-obatan jenis sabu dan ekstasi.

Berita pagi sudah dari tadi mengudara, tapi Udin baru bangun tidur. Kesiangan, mata merah karena tidur kurang puas, pun pegal-pegal sebab semalam ketiduran dengan posisi tak nyaman. Bukannya bergegas mandi, dia justru kembali menekan tombol power di laptop jeleknya. Sisa kerjaan semalam langsung muncul; sebuah tulisan di Word berjudul “Kalau Odol Lagi Jatuh Cinta”, yang sayangnya belum berisi apa-apa.

Ah, elah.. kagak usah nulis aja kali yak. Gue rasa gue penulis fiksi ilmiah, bukan fantasi gini. Sampe begadang dan ketiduran pun gue masih belum ngerti gimana kalau odol jatuh cinta. Cinta itu kata kerja, sedangkan odol benda mati. Gimana?

My Lil Bunny

Dear my Lil Bunny..

I Love You..

Surat dari kamu sudah aku baca. Aku terharu.. :’)

Jujur aku juga gak jago buat surat cinta. Aku khawatir surat cinta ini justru jadi artikel teoritis, atau retorika politis yang lantas bisa bikin kamu bosan. Tapi semoga maksud hati tersampaikan meski kata yang teruntai tak sebagus yang kita harapkan.

Kemaren, waktu kamu bilang bahwa kamu mau bikin surat cinta, aku kaget dan seneng banget! Kamu jarang banget nulis curhatan. Padahal aku selalu ingin tahu gimana pandangan kamu tentangku, kekuranganku, supaya ada perbaikan. Kalau ada tulisan baru di blog kamu, kadang aku berharap ada aku di situ. Mungkin sebagai tokoh utama, atau sebagai fokus pembahasan, atau sebagai footnote juga gak apa-apa (?).

Inget-inget masa lalu dikit;

Dulu itu diawali dengan biasa, kita saling sapa ngobrol seadanya, bahkan dengan emot seadanya pula. Tapi kemudian kamu ngajak aku ke ngerumpi.com, di sana kita bergombal ria, mulai terbuka. O, iya, karena kamu pula aku nge-install YM lagi, terus belajar pakai buzz bibir merah (?). Hahaha.. itu berkesan bangett. Aku kadang kesel, kenapa buzz itu gak bisa sekaligus banyak?! Mesti nunggu beberapa saat dulu baru bisa lagi. :) )

Waktu berjalan, kita mulai sering ‘diskusi’ agama dan politik, yang berujung pada pertengkaran atau sekurang-kurangnya menghasilkan ketidaknyamanan pada hubungan kita kala itu. Aku sangat mengenali kebiasaan kamu kalau sudah kesal. Tapi itulah caraku melakukan perkenalan yang ‘spesial’. Ketika aku memutuskan buat dekat dengan seseorang, aku mau dia kenal baik dan burukku. Aku mau dia kenal kalau aku tukang diskusi, keras kalau berargumen, tukang kentut sembarangan, kalau sendawa suaranya gak enak didengar, kurang pede di depan kamera, cuek kalau berpenampilan. Belakangan setelah jadian aku juga jadi banyak ngatur; contohnya ngelarang begadang!! Makan bakso, sate, keju, dan kawan-kawan!! *mendadak gemes*

Lanjut membaca

Derita Daun Kering

Pagi hari menyimak berita, siang hari menyimak, malam hari juga sama. Di media cetak, elektronik, internet, mulut ke mulut, semua bermunculan dengan mudahnya. Pun mudah di cerna, dengan kesimpulan yang sama; di negara ini terjadi banyak penderitaan. Ada jerit yang senyap, semua bersabar biar jerahak, namun perlahan jadi ramai teriak. Pada dahulu, tuanku tak bersuci setelah berak. Sekarang dia panik, tenun terabak daun kering makin diinjak; sadar sebentar lagi dia diarak ke atas terak.

Hanya menonton semuanya. Meski muak, meski tak tega, meski ingin bergerak. Pengetahuan terlarang ini milik Sang Kehendak, maka aku diam. Biar Dia jalankan pada saat yang tepat. Aku diam.

Diam-diam bersiap..

 

Aku Maunya Kamu. Titik!

 

***

Tolong baca ini pelan-pelan, sayang.

Kamu tahu kalau aku sering nulis cerpen.

Kadang topiknya politik, tak jarang pula tentang percintaan.

Aku yakin kamu sudah baca itu semua. Iya kan?

Harus sudah dong!

Pasti iya. Aku tahu…

Hah, kamu belum baca?

Kalau memang belum, sekarang kamu baca dulu semuanya, terutama yang ada di blog ini, baru baca tulisan ini lagi. Penting! :D

Jadi.. Aku mau cerita sama kamu. Jujur, meskipun aku banyak nulis kisah fiksi cecintaan, semacam cerpen dan FF. Sebenarnya gak semuanya murni fiksi. Yang menjadi inspirasi kerap kali adalah kisah nyata, terutama tentang kamu. Pun ada harapan-harapan yang tinggi setelahnya; semoga kamu membaca tulisanku, memahami maksudnya, dan kita makin dekat. Atau kalau kita sedang bertengkar, aku berharap akan ada kelembutan setelah membaca tulisan ‘fiksi’ itu.

Kadang aku menggunakan penokohan binatang dan tumbuhan, agar curhatanku itu tak terdeteksi sembarang orang. Hmmm.. Sejauh ini itu berhasil. Tapi di sisi lain aku juga khawatir, jangan-jangan kamu juga tidak mengerti kalau aku sering berargumen, memuji, mengkritisi, dan tentunya mencintai kamu melalui tulisan-tulisan fiksi itu.

Kemarin, kamu cerita ada kegiatan menulis bareng di blog, bentuknya FF, judulnya ditentukan oleh panitia, dan diberi batas waktu penyetoran karya. Aku kurang tertarik, apalagi kalau menulis tentang cecintaan tapi judul sudah ditentukan orang lain! Apalagi, makin ke sini aku makin sulit menulis cerpen cecintaan yang benar-benar fiksi. Motifasinya pasti kamu, dan alurnya identik dengan kisah kita! Artinya itu tidak fiksi lagi.

Ataukah bisa kita jadikan FF itu berarti Flash Fact? Entahlah, aku kurang jago berbahasa asing. Emang arti dari Flash Fiction itu apa ya? *bingung sendiri*

Tapi intinya, kamu harus baca tulisan-tulisanku yang terdahulu. Ada hatiku di sana, berharap kamu baca dan kamu mengerti. Dan kamu harus membaca cerpen-cerpenku setelah ini. Kamu harus baca, harus memahami, dan tahu apa yang tengah dirasa hati ini. Aku juga berharap kamu menyampaikan pesan padaku dengan cara itu. Karena tulisan adalah juga dunia kita. Yang bagi orang adalah fiksi, bagi kita adalah nyata.. Bagi orang adalah drama yang ketahuan palsunya, bagi kita adalah romansa yang kerasa hangatnya.. Bagi orang tulisan hiburan semata, bagi kita adalah doa-doa.. Ah, bisa jadi, kita adalah tulisan-tulisan itu sendiri.

Seperti itu..

Setelah membaca semuanya, aku harap kamu yakin bahwa, aku maunya cuma kamu!

Oh, iya, maaf karena aku belum bisa ikut menulis FF bareng kamu dan yang lain. Alasannya sudah aku jelaskan di atas. Semoga kamu sukses mengikuti 15 hari berfiksi ria bersama mereka.

Aku sayang kamu, neng.

***

Lelaki itu menyelesaikan tulisan di blognya. Lalu mempublish tulisan itu agar dibaca banyak orang, terutama kekasihnya. Dia ingin agar kekasihnya tahu, bahwa tiada fiksi dalam tulisan-tulisan cintanya. Yang ada adalah kenyataan-kenyataan yang butuh dipahami dengan perlahan.  

Cinta pada kekasihnya sudah sangat besar. Tak heran, karena kekasihnya memang luar biasa cantik, luar dan dalam. Dialah sebab kenapa pemuda itu menjadi pribadi yang lebih baik, saat ini, dan bahkan hingga kemudian hari.

Mereka akan bahagia selamanya. Saya yakin itu.

Anda tidak yakin?

Lebih baik baca ulang dari atas, baru baca kesimpulan ini lagi!!

 

Sebuah Revolusi

Sudah masuk tahun 2012. Tahun ini adalah tahun yang sangat menarik menurut saya, sebab di tahun ini, saya sangat menanti harapan baru sebagai pembangkit kehidupan berbangsa dan bernegara (halaah). Lebih spesifik pembahasan saya; pada tahun ini ada banyak ramalan mencuat, dan yang paling terkenal adalah hitung-hitungan bangsa Maya yang menyatakan bahwa riwayat dunia akan berakhir pada tanggal 21-12-12.

Kata seorang dosen saya, kiamat tahun 2012 itu memang benar adanya. Tapi… itu untuk bangsa lain di luar sana yang saat ini memang diambang keruntuhan, bukan untuk Indonesia. Kiamat olehnya diartikan sebagai peralihan kekuasaan dunia. Mata dunia akan beralih pada bangsa kita, Indonesia, Nusantara, atau apa pun kita biasa menyebutnya. Hampir sama pendapatnya dengan dosen tersebut, salah satu teman saya yang gemar menelusuri sejarah berkata bahwa, kiamah itu bukanlah akhir, melainkan awal sebuah dunia yang begitu megah. Sebentar lagi jati diri Nusantara akan terungkap, atau tepatnya akan diungkap oleh seorang tokoh yang luar biasa. Siapakah tokoh itu?

Di tanah Jawa, ada seorang tokoh yang hidup dalam ramalan yang tua, namanya Satrio Piningit. Tokoh ini diramalkan oleh beberapa orang akan muncul di tahun 2012, atau sekurang-kurangnya tahun 2014. Namun di sisi lain, ada sebagian orang yang menggambarkan bahwa tokoh ini akan menegakkan agama budi, dan dia membenci agama Islam. Konon, tokoh ini dididik oleh sesosok makhluk sakti bernama Sabdo Palon. Sosok ini adalah saksi ketika Majapahit diserang oleh Demak (ada bermacam versi sejarah). Kala itu Brawijaya diperangi oleh anaknya sendiri, Raden Patah, yang beragama Islam. Konon, dari situlah awal mula kebencian pada Islam. Tapi saya tidak percaya itu. Seorang yang ingin membawa bangsanya pada kemajuan haruslah membuat kedamaian terlebih dahulu. Sedangkan kedamaian pun tak akan muncul jika motif kepemimpinannya masih dicampuri dendam atau kebencian dari masa lalu. :D

Dari tanah Sunda, diramalkan pula akan muncul seorang hebat. Dalam ramalan itu, ada sosok yang disebut Budak Angon; dalam bahasa Indonesia berarti Anak Gembala. Namun yang dia gembalakan bukan sapi bukan kerbau, melainkan daun kering dan ranting-ranting. Menurut orang Sunda, sosok ini punya pengaruh dan kemampuan yang besar. Dia akan membangun kembali kerajaan Padjadjaran, dan mengumpulkan kembali orang Sunda yang telah tersebar ke segala penjuru dunia untuk membangun bangsa. Sejarahnya kan dahulu itu Padjadjaran diserang oleh Banten dan Jayakarta, makanya keturunan Sunda berhamburan.

Eh nanti dulu, ternyata di Arab sana–yang sekarang sering diidentikkan dengan Islam–juga ada sebuah nubuat tentang datangnya seseorang yang hebat di akhir zaman. Julukan orang tersebut adalah Imam Mahdi. Imam Mahdi adalah orang yang kuat, bijaksana dan memimpin langsung dengan titah Tuhannya. Konon menurut beberapa orang, nantinya Imam mahdi ini akan mendirikan kembali kekhalifahan di muka bumi. Dia akan membuka jalan untuk turunnya seorang Isa al-Masih.

Tunggu! Bukannya di Tibet juga ada ramalan serupa ya? Siapa tuh nama sosok pahlawannya? Avatar?

Banyak ramalan-ramalan serupa di muka bumi ini. Saya percaya bahwa sosok jagoan itu akan muncul, entah namanya Satrio Piningit, Budak Angon, Avatar, dan lain sebagainya; dia hanya ada satu orang, namun memang mewakili kegelisahan banyak orang. Yang kemudian membuat saya begitu penasaran adalah; pemikiran dan solusi macam apakah yang nanti akan dia berikan? Apakah benar dia akan menumpas agama Islam? Apakah benar dia akan mendirikan kembali Padjadjaran? Atau membangun kekhalifahan? Sepertinya sosok ini memang akan membuat sebuah revolusi, atau sekurang-kurangnya perubahan paradigma bernegara. #apasihgakngerti #DUAARRR :D

Sejarah akan selalu berulang. Ketika dunia berputus asa, kerusuhan merajalela, ketidakadilan terlihat biasa, bencana jadi rutinitas alam raya, maka tak lama setelahnya akan turun utusan Pemilik Semesta. Percayakah? Saya percaya. Dia akan datang dari arah yang tak terduga, lalu sebagian orang menolaknya, bahkan yang sebelumnya menantikan, jadi tak percaya. Namun dia akan tetap menang.

Semoga kita selamat di tahun ini, menjadi saksi dan menjadi pendukung sosok tersebut.. jika memang dia muncul di tahun ini. Siap-siap berbahagia sebagai bangsa, atau mungkin kembali kecewa.